Cara Hitung ROAS Shopee Ads: Rumus, Contoh, dan ROAS yang Aman

Diperbarui: Juli 2026 · Baca 8 menit

ROAS — Return on Ad Spend — adalah salah satu metrik paling sering disebut dalam diskusi seller Shopee, tapi juga yang paling sering disalahpahami. Banyak seller senang melihat ROAS 10x di dashboard Shopee Ads, padahal tokonya masih merugi setelah biaya produk dan fee diperhitungkan. Artikel ini menjelaskan cara menghitung ROAS yang benar, apa bedanya dengan ACOS, dan bagaimana menentukan ROAS minimal yang aman untuk tokomu.

Apa Itu ROAS dan Rumusnya

ROAS singkatan dari Return on Ad Spend. Secara sederhana, ROAS mengukur berapa rupiah pendapatan yang dihasilkan dari setiap satu rupiah yang kamu belanjakan untuk iklan.

ROAS = Pendapatan dari Iklan / Biaya Iklan

Contoh: kamu menghabiskan Rp 500.000 untuk Shopee Ads dalam seminggu, dan iklan tersebut menghasilkan penjualan Rp 5.000.000. Maka ROAS-mu adalah 5.000.000 / 500.000 = 10x. Artinya, setiap Rp 1 yang kamu belanjakan menghasilkan Rp 10 pendapatan.

ROAS vs ACOS: Apa Bedanya?

ACOS (Advertising Cost of Sale) adalah kebalikan dari ROAS — dinyatakan dalam persentase dan mengukur berapa persen biaya iklan dari total penjualan.

ACOS = Biaya Iklan / Pendapatan × 100%

ACOS 10% = ROAS 10x (keduanya menyatakan hal yang sama)

Shopee Ads menggunakan istilah ROAS dalam dashboard-nya, sementara platform lain seperti Amazon lebih sering menggunakan ACOS. Keduanya mengukur efisiensi iklan yang sama, hanya cara penyajiannya berbeda. ROAS lebih mudah dibaca sebagai "kelipatan" sedangkan ACOS lebih mudah dibandingkan langsung dengan margin produk.

Untuk lebih mudah membandingkan antara ROAS dan ACOS produkmu, kamu bisa menggunakan kalkulator ACOS-ROAS-Profit yang tersedia gratis di SalesMetrix.

Cara Membaca Laporan Shopee Ads

Untuk menghitung ROAS, kamu perlu mengambil data dari laporan Shopee Ads. Berikut cara mengaksesnya: masuk ke Shopee Seller Centre, klik menu Iklanku di sidebar kiri, lalu pilih tab Laporan Iklan atau klik ikon grafik di sebelah kampanye iklan.

Kolom yang perlu kamu perhatikan untuk menghitung ROAS:

  • Pengeluaran (Spend): total biaya klik iklan yang sudah terpakai dalam periode tertentu.
  • Penjualan dari Iklan (Attributed Sales): total GMV dari pesanan yang dikaitkan ke iklan kamu. Perhatikan window attributionnya — Shopee biasanya menggunakan 7 hari setelah klik.
  • Klik: jumlah klik yang diterima iklan.
  • Tayangan (Impression): berapa kali iklan ditampilkan.
  • Pesanan (Orders): jumlah pesanan dari iklan.

Angka ROAS yang ditampilkan Shopee biasanya sudah dihitung otomatis. Tapi penting untuk memahami bahwa angka tersebut adalah ROAS gross — belum memperhitungkan fee Shopee, biaya produk, dan biaya operasional lain.

Kenapa ROAS Tinggi Bisa Tetap Rugi?

Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Seller melihat ROAS 8x dan merasa aman, padahal tokonya sedang merugi. Bagaimana bisa?

Bayangkan kamu menjual produk seharga Rp 100.000 dengan modal Rp 70.000 dan fee Shopee total 20%. Dana bersih yang kamu terima per penjualan hanya Rp 80.000, dan setelah dikurangi modal, profit bersih per unit hanya Rp 10.000 — margin 10%.

Dengan margin 10%, break-even ROAS-mu adalah 1/0,10 = 10x. Artinya, kamu harus mencapai ROAS minimal 10x agar iklan tidak membuatmu rugi. ROAS 8x dalam contoh ini sudah merugi, meski secara angka terlihat bagus.

Cara Menghitung Break-Even ROAS

Break-even ROAS adalah ROAS minimal yang harus kamu capai agar biaya iklan tidak menggerus profit. Rumusnya:

Break-Even ROAS = 1 / Margin Bersih

Margin Bersih = (Harga Jual - Modal - Fee Shopee) / Harga Jual

Contoh dengan angka nyata: produk dijual Rp 150.000, modal Rp 80.000, fee Shopee total Rp 25.000. Margin bersih = (150.000 - 80.000 - 25.000) / 150.000 = 30%. Break-even ROAS = 1/0,30 = 3,33x. Jadi kamu perlu ROAS minimal sekitar 3,3x agar tidak merugi dari iklan.

Perhitungan ini bisa kamu lakukan secara otomatis menggunakan kalkulator Break-Even ROAS di SalesMetrix. Kamu cukup masukkan harga jual, modal, dan estimasi fee, dan kalkulator akan memberikan break-even ROAS-mu secara langsung.

ROAS Ideal untuk Seller Shopee: Berapa Angkanya?

Tidak ada satu angka ROAS yang universal — semuanya bergantung pada margin produkmu. Namun ada beberapa panduan umum:

  • Produk dengan margin bersih 10-15%: butuh ROAS minimal 7-10x hanya untuk break-even.
  • Produk dengan margin bersih 20-30%: break-even ROAS sekitar 3-5x. ROAS 5-8x sudah menghasilkan profit yang wajar.
  • Produk dengan margin bersih di atas 40%: break-even ROAS sekitar 2,5x. Lebih fleksibel dalam beriklan.

Sebagai panduan praktis: targetkan ROAS 1,5-2x di atas break-even ROAS kamu. Ini memberikan buffer yang cukup untuk fluktuasi performa iklan dan tetap menghasilkan profit yang memuaskan.

Langkah Praktis Monitoring ROAS Mingguan

Mengetahui ROAS satu kali saja tidak cukup — kamu perlu memonitornya secara rutin. Berikut rutinitas monitoring yang disarankan:

Setiap Senin, unduh laporan iklan minggu lalu dari Shopee Ads. Hitung ROAS aktual per produk, bukan hanya keseluruhan akun. Bandingkan dengan break-even ROAS masing-masing produk. Produk dengan ROAS di bawah break-even perlu dievaluasi — apakah perlu menurunkan bid, mengganti kreatif, atau menghentikan iklan sementara.

Platform SalesMetrix dapat membantu mengotomasi proses ini — setelah kamu upload laporan dari Shopee Seller Centre, dashboard langsung menampilkan ROAS per SKU beserta status profit atau rugi dari setiap iklan yang aktif.

Kesimpulan

ROAS adalah metrik penting, tapi hanya bermakna jika kamu tahu break-even ROAS produkmu. ROAS 8x bisa berarti profit besar jika marginmu 50%, atau berarti rugi jika marginmu hanya 10%. Hitung margin bersih per produk, cari tahu break-even ROAS-nya, dan jadikan angka itu sebagai acuan minimum iklanmu. Dengan cara ini, setiap rupiah yang kamu belanjakan untuk iklan punya tujuan yang jelas dan terukur.

Pantau profit SKU kamu sekarang

Coba tools gratis Salesmetrix — tidak perlu login untuk kalkulator.

Coba Tool Gratis
WhatsApp