Semua Artikel
bcg matrix shopeebcg matrix produk shopeekategorisasi produk shopee

BCG Matrix Produk Shopee Tanpa Excel Manual

Oleh Admin SalesMetriX·5 Agustus 2026·7 menit baca·907 kata
BCG Matrix Produk Shopee Tanpa Excel Manual

BCG Matrix adalah kerangka analisis yang mengelompokkan produk ke dalam 4 kuadran — Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog — berdasarkan dua sumbu. Untuk toko Shopee, dua sumbu itu bisa diadaptasi jadi pertumbuhan penjualan (sumbu vertikal) dan margin profit (sumbu horizontal). Hasilnya: peta visual yang menunjukkan produk mana yang layak di-scale, dipertahankan, diuji lebih lanjut, atau dipertimbangkan untuk dihentikan.

Papan tulis dengan catatan tempel tersusun per kolom menggambarkan pengelompokan produk Shopee ke kuadran BCG Matrix
BCG Matrix mengelompokkan produk ke 4 kuadran berdasarkan pertumbuhan penjualan dan margin profit.

Kenapa Versi Excel Manual Merepotkan

Secara konsep, BCG Matrix sederhana. Yang bikin repot adalah prosesnya kalau dikerjakan manual di Excel: menarik data penjualan tiap SKU untuk beberapa bulan, menghitung margin profit masing-masing produk, lalu menghitung rata-rata pertumbuhan penjualan (biasanya persentase perubahan bulan ke bulan) satu per satu. Untuk toko dengan puluhan SKU, proses ini gampang salah kategori — produk yang sebenarnya Question Mark bisa salah dianggap Dog kalau data penjualan yang ditarik tidak konsisten periodenya.

Step-by-Step Konsep Pengelompokan 4 Kuadran

Cara mengelompokkan produk ke 4 kuadran mengikuti logika berikut:

  1. Hitung pertumbuhan penjualan tiap SKU: (penjualan periode ini − penjualan periode sebelumnya) ÷ penjualan periode sebelumnya. Bandingkan dengan rata-rata pertumbuhan seluruh toko sebagai garis batas tinggi/rendah.
  2. Hitung margin profit tiap SKU memakai rumus profit bersih per unit. Bandingkan juga dengan rata-rata margin toko sebagai garis batas tinggi/rendah.
  3. Plot tiap produk ke salah satu dari 4 kuadran berdasarkan kombinasi dua angka itu.

Arti dan aksi tiap kuadran:

  • Star (pertumbuhan tinggi, margin tinggi) — produk unggulan. Aksinya: scale, tambah budget iklan dan stok selagi masih tumbuh.
  • Cash Cow (pertumbuhan rendah, margin tinggi) — produk stabil penyumbang profit utama. Aksinya: pertahankan, jangan over-invest di iklan karena pertumbuhannya sudah melambat.
  • Question Mark (pertumbuhan tinggi, margin rendah) — berpotensi tapi belum terbukti profitable. Aksinya: uji dulu, misalnya naikkan harga sedikit atau tekan biaya iklan sebelum diputuskan scale.
  • Dog (pertumbuhan rendah, margin rendah) — produk paling lemah. Aksinya: pertimbangkan pause atau stop, seperti dibahas lebih detail di produk mana yang harus di-pause atau stop di Shopee.

Contoh 4 SKU dan Posisi Kuadrannya

ProdukPertumbuhan Penjualan (3 Bulan)Margin ProfitKuadranRekomendasi Aksi
Tas Selempang Kanvas+35%28%StarScale iklan & tambah stok
Sarung Bantal Set+5%32%Cash CowPertahankan, jangan over-invest iklan
Botol Minum Custom+40%9%Question MarkUji harga/margin sebelum scale
Gantungan Kunci Souvenir+2%4%DogPertimbangkan pause/stop

Dari contoh ini terlihat kenapa BCG Matrix berguna: tanpa kerangka ini, "Botol Minum Custom" yang pertumbuhannya paling tinggi (+40%) bisa saja dikira produk terbaik, padahal marginnya termasuk paling rendah di antara keempat produk. Cara diagnosa awal untung-rugi tiap produk sebelum diplot ke matrix ini bisa dibaca di cara tahu produk Shopee untung atau rugi.

Grafik data penjualan di layar laptop untuk analisis pertumbuhan dan margin produk Shopee
Pertumbuhan penjualan dan margin profit adalah dua sumbu utama yang menentukan posisi kuadran tiap produk.

Dari Manual ke Otomatis: Data yang Dibutuhkan

Konsep di atas bisa dihitung otomatis kalau ada histori data yang cukup. Data minimal yang dibutuhkan untuk generate BCG Matrix tanpa hitung manual satu per satu:

  • Histori penjualan per SKU, idealnya minimal 3 bulan terakhir, untuk menghitung tren pertumbuhan yang stabil (bukan lonjakan sesaat karena flash sale).
  • Data HPP per produk, untuk menghitung margin profit riil, bukan cuma margin kotor dari harga jual.
  • Data biaya iklan per produk atau per campaign, untuk mengalokasikan biaya iklan ke tiap SKU sebelum margin dihitung — rumus lengkapnya ada di cara hitung profit bersih Shopee per SKU.

Ketiga data ini biasanya sudah ada di laporan penjualan dan Shopee Ads, tinggal diunggah untuk diproses otomatis jadi peta 4 kuadran, tanpa perlu menghitung rata-rata pertumbuhan dan margin satu per satu di Excel.

Konsep dasar BCG Matrix sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Boston Consulting Group pada 1970 sebagai alat analisis portofolio bisnis, sebagaimana dijelaskan di Wikipedia bahasa Indonesia. Adaptasinya untuk produk marketplace seperti Shopee mengikuti logika yang sama, hanya sumbunya disesuaikan jadi pertumbuhan penjualan dan margin profit per SKU.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa lama data histori dibutuhkan supaya BCG Matrix akurat?

Minimal 3 bulan data penjualan supaya tren pertumbuhan tidak bias oleh lonjakan sesaat seperti flash sale atau tanggal kembar. Semakin panjang histori, semakin stabil hasil klasifikasinya.

Apakah BCG Matrix berbeda per kategori produk?

Garis batas tinggi/rendah untuk pertumbuhan dan margin sebaiknya dihitung relatif terhadap rata-rata toko sendiri atau kategori yang sama, karena standar margin fashion misalnya berbeda dari elektronik.

Apakah produk baru otomatis masuk kuadran Question Mark?

Sering kali iya secara pola, karena produk baru biasanya belum punya data pertumbuhan yang stabil dan margin masih dalam tahap uji harga. Tapi tetap perlu dicek data riilnya, bukan diasumsikan begitu saja.

Apa yang harus dilakukan kalau semua produk masuk kuadran Dog?

Ini tanda toko perlu evaluasi strategi produk secara menyeluruh, kemungkinan besar ada masalah di pemilihan kategori produk atau strategi harga yang lebih mendasar dibanding sekadar iklan.

Apakah produk Star pasti selalu jadi Cash Cow di masa depan?

Tidak pasti. Produk Star bisa turun ke Question Mark atau bahkan Dog kalau pertumbuhannya melambat tapi margin ikut tertekan karena persaingan harga. Posisi kuadran perlu dicek ulang secara berkala, bukan sekali saja.

Apakah BCG Matrix menggantikan analisis profit per SKU biasa?

Tidak menggantikan, tapi melengkapi. Analisis profit per SKU menjawab "produk ini untung atau rugi", sedangkan BCG Matrix menjawab "produk ini sebaiknya di-scale, dipertahankan, diuji, atau dihentikan" berdasarkan kombinasi pertumbuhan dan margin.

Kesimpulan

BCG Matrix membantu melihat portofolio produk Shopee secara menyeluruh — bukan cuma untung-rugi satu produk, tapi arah strategi tiap produk ke depan. Dibanding menghitung manual satu per satu di Excel yang rawan salah kategori, buat BCG Matrix otomatis langsung dari data penjualan Shopee-mu.

Mau langsung cek profit SKU kamu?

Gunakan kalkulator gratis Salesmetrix untuk hitung break-even ROAS, profit bersih, dan harga jual aman.

Coba Tool Gratis Sekarang
WhatsApp