Cara Baca Laporan Shopee Seller Centre: Panduan Lengkap 2026
Diperbarui: Juli 2026 · Baca 9 menit
Shopee Seller Centre menyediakan berbagai laporan yang berisi data berharga tentang performa tokomu. Sayangnya, banyak seller tidak memaksimalkan data ini — laporan di-download tapi tidak dibaca, atau dibaca tapi tidak dipahami kolom-kolomnya. Padahal, data di Seller Centre adalah bahan baku utama pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Artikel ini memandu kamu memahami setiap jenis laporan dan cara menggunakannya.
Jenis-Jenis Laporan di Shopee Seller Centre
Shopee Seller Centre memiliki beberapa jenis laporan utama yang perlu kamu kenal. Masing-masing laporan memiliki fungsi dan kolom data yang berbeda, dan untuk analisis yang komprehensif, kamu perlu memahami kesemuanya.
1. Laporan Pesanan (Order Report)
Laporan pesanan adalah laporan paling dasar yang memuat daftar semua transaksi dalam periode tertentu. Untuk mengaksesnya, masuk ke menu Pesanan Saya, lalu pilih Semua Pesanan dan klik tombol Export di pojok kanan atas.
Kolom penting dalam laporan pesanan: Nomor Pesanan (untuk identifikasi unik setiap transaksi), Status Pesanan (penting untuk filter pesanan yang sudah selesai saja), Tanggal Pesanan, Nama Produk dan Variasi, Jumlah, Harga Satuan, dan Total Harga Pesanan.
Tips: saat menganalisis pendapatan, filter hanya pesanan dengan status "Selesai" atau "Order Completed". Pesanan yang dibatalkan atau masih dalam proses tidak perlu dimasukkan dalam kalkulasi pendapatan.
2. Laporan Pendapatan Pesanan (Order Income Report)
Ini laporan yang lebih detail dari laporan pesanan biasa. Order Income Report memuat breakdown keuangan per transaksi, termasuk biaya pengiriman, potongan voucher, komisi Shopee, dan dana bersih yang diterima seller.
Untuk download, masuk ke menu Keuangan di Seller Centre, pilih Laporan Keuangan atau Income Report, lalu export per periode. Laporan ini yang paling berguna untuk analisis profit karena sudah memuat semua potongan.
Kolom kritis di laporan ini: Harga Produk, Biaya Ongkir Pembeli, Subsidi Ongkir, Potongan Komisi, Potongan Fee Admin, Potongan Voucher Toko, Potongan Voucher Shopee, dan Estimasi Pendapatan Penjual. Kolom terakhir inilah yang menjadi acuan rekonsiliasi.
3. Laporan Settlement (Settlement Report)
Settlement report berbeda dari order income report. Jika order income report menunjukkan pendapatan per transaksi, settlement report menunjukkan kapan dana tersebut benar-benar ditransfer ke ShopeePay atau rekening bank kamu.
Satu batch settlement bisa memuat transaksi dari berbagai tanggal berbeda. Laporan ini penting untuk rekonsiliasi dengan saldo rekening bank dan untuk memahami pola cash flow tokomu.
4. Laporan Iklan (Ads Report)
Laporan iklan tersedia di menu Iklanku. Kamu bisa melihat performa per kampanye, per produk, atau per kata kunci. Kolom yang paling penting: Pengeluaran (Spend), Tayangan, Klik, CTR (Click Through Rate), Pesanan dari Iklan, Penjualan dari Iklan, dan ROAS.
Laporan iklan perlu dianalisis bersamaan dengan data profit per produk. ROAS 8x mungkin terlihat bagus di laporan iklan, tapi jika margin produk hanya 10%, kamu masih rugi. Selalu kontekskan data iklan dengan data keuangan.
5. Laporan Produk dan Performa Toko
Di menu Data Toko atau Shop Analytics, kamu bisa melihat metrik performa toko seperti jumlah pengunjung, produk yang paling banyak dilihat, tingkat konversi, dan tren penjualan. Meski tidak bisa di-export dalam format Excel, data ini penting untuk memahami pola traffic tokomu.
Cara Menggabungkan Laporan untuk Analisis Profit
Laporan-laporan di atas baru benar-benar berguna jika digabungkan. Analisis profit yang komprehensif membutuhkan setidaknya tiga laporan: Order Income Report, Ads Report, dan data modal produk yang kamu catat sendiri.
Cara menggabungkannya secara manual di Excel: buka Order Income Report sebagai sheet utama. Tambahkan kolom modal produk berdasarkan nomor SKU atau nama produk. Import data dari Ads Report dan gunakan VLOOKUP atau XLOOKUP untuk mencocokkan pengeluaran iklan per produk. Hitung profit bersih per pesanan: Estimasi Pendapatan Penjual dikurangi Modal dikurangi Biaya Iklan yang dialokasikan.
Proses ini bisa sangat memakan waktu jika dilakukan manual. Untuk seller dengan ratusan SKU dan ribuan transaksi per bulan, otomasi adalah satu-satunya pilihan yang realistis. SalesMetrix dirancang untuk melakukan ini secara otomatis — upload file laporan dari Shopee, dan dashboard langsung menampilkan analisis profit per SKU.
Kolom-Kolom yang Paling Sering Disalahpahami
Ada beberapa kolom dalam laporan Shopee yang sering disalahartikan oleh seller:
Total Pesanan vs Pesanan Selesai: banyak seller menggunakan angka "Total Pesanan" untuk menghitung pendapatan, padahal ini termasuk pesanan yang dibatalkan. Selalu filter "Status Selesai" saja.
Penjualan dari Iklan (Attributed Sales): di laporan iklan, "attributed sales" bukan berarti semua penjualan itu murni hasil iklan. Angka ini menggunakan attribution window — pembeli yang mengklik iklan dan kemudian membeli dalam 7 hari dihitung sebagai penjualan dari iklan, meski pembeliannya bisa jadi sudah direncanakan sebelum melihat iklan.
Estimasi Pendapatan vs Dana Aktual: Order Income Report menampilkan "estimasi" pendapatan karena beberapa komponen seperti berat aktual paket atau final shipping adjustment mungkin belum diproses. Settlement Report yang menunjukkan dana yang benar-benar ditransfer.
Jadwal Download Laporan yang Ideal
Untuk rutinitas analisis yang efektif, berikut jadwal yang disarankan: setiap Senin pagi download Ads Report minggu lalu untuk review performa iklan. Tanggal 5 setiap bulan, download Order Income Report dan Settlement Report bulan sebelumnya untuk rekonsiliasi bulanan. Setiap kuartal, download data tiga bulan untuk analisis tren yang lebih panjang.
Konsistensi lebih penting dari frekuensi. Lebih baik melakukan analisis sederhana secara konsisten setiap minggu daripada analisis mendalam yang hanya dilakukan sekali tiga bulan.
Kesimpulan
Data di Shopee Seller Centre adalah aset berharga yang sering diabaikan. Dengan memahami setiap jenis laporan — dari order report, income report, settlement report, hingga ads report — kamu punya bahan yang cukup untuk membuat keputusan bisnis berdasarkan data, bukan intuisi. Mulai dari satu laporan yang paling relevan untuk kebutuhanmu, kuasai, baru tambahkan laporan lainnya secara bertahap.