Strategi Iklan Shopee: Perbedaan untuk Produk Baru vs Produk Lama
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan seller Shopee adalah menggunakan strategi iklan yang persis sama untuk produk baru dan produk yang sudah lama berjalan. Padahal keduanya punya tujuan, tantangan, dan metrik sukses yang sangat berbeda.
Tujuan Iklan yang Berbeda
Produk baru: Tujuan utama iklan adalah membangun data konversi awal, mendapatkan ulasan pertama, dan menguji apakah produk ini memiliki demand nyata di Shopee. Profitabilitas di fase ini bisa dikorbankan sebagian demi data.
Produk lama/established: Tujuan utama adalah memaksimalkan profit dari produk yang sudah terbukti laku. Setiap rupiah iklan harus efisien dan ROAS harus konsisten di atas target.
Strategi Iklan untuk Produk Baru
Fase 1: Validasi (Minggu 1–2)
Set budget kecil: Rp20.000–Rp50.000/hari. Gunakan broad match keyword untuk menangkap berbagai variasi pencarian dan mengumpulkan data search term. Tujuannya adalah menemukan kata kunci apa yang benar-benar menghasilkan konversi.
Ekspektasi ROAS di fase ini rendah — mungkin di bawah break-even. Itu wajar selama durasi validasi tidak terlalu panjang. Batasi fase validasi maksimal 2 minggu.
Fase 2: Optimasi (Minggu 3–4)
Berdasarkan data fase 1, identifikasi keyword dengan CTR dan CR terbaik. Pindahkan budget hanya ke keyword tersebut menggunakan exact atau phrase match. Mulai pantau apakah ROAS mulai mendekati atau melewati break-even.
Fase 3: Scaling (Bulan 2+)
Kalau ROAS sudah stabil di atas break-even selama 7–10 hari berturut-turut, dan produk sudah punya minimal 10 ulasan positif, mulai scale budget secara bertahap.
Strategi Iklan untuk Produk Lama
Optimalkan Efisiensi
Produk lama dengan data historis yang kaya memungkinkan optimasi yang jauh lebih presisi. Analisis search term report untuk membuang keyword yang tidak konversi. Naikkan bid untuk keyword terbaik dan turunkan untuk yang underperform.
Manfaatkan Sosial Bukti
Produk dengan ratusan ulasan positif punya konversi yang jauh lebih tinggi dari produk baru. Manfaatkan ini dengan menaikkan budget iklan — CR yang lebih tinggi berarti CPA yang lebih rendah dan ROAS yang lebih baik.
Waspadai Penurunan Performa
Produk established bisa mengalami penurunan ROAS secara gradual kalau kompetitor semakin banyak atau produk mulai memasuki fase penurunan life cycle. Pantau tren ROAS bulanan dengan cermat dan siap pivot strategi kalau ada penurunan konsisten.
KPI yang Berbeda untuk Evaluasi
Untuk produk baru: prioritaskan data konversi dan ulasan awal. ROAS bukan KPI utama di bulan pertama.
Untuk produk lama: prioritaskan ROAS vs target, efisiensi CPC, dan pertumbuhan volume pada ROAS yang stabil.
Gunakan kalkulator break-even ROAS untuk menentukan target yang tepat di setiap fase, dan pantau progres di salesmetrix.id untuk memastikan strategi berjalan sesuai rencana.