Biaya Pengiriman Shopee yang Memakan Margin

Ongkir terlihat seperti urusan pembeli, padahal sebagian besarnya berakhir di laporan laba rugi Anda. Subsidi gratis ongkir, paket yang dikembalikan, dan pesanan yang batal karena pengiriman lambat semuanya memotong margin di tempat yang jarang diperiksa seller.
Di mana biaya pengiriman sebenarnya muncul
| Komponen | Siapa yang menanggung | Muncul di laporan mana |
|---|---|---|
| Ongkir dasar | Umumnya pembeli | Rincian pesanan |
| Subsidi program gratis ongkir | Sebagian penjual | Potongan di settlement |
| Retur ke penjual | Penjual | Sering tidak berdiri sendiri |
| Ganti rugi paket rusak | Penjual | Kasus per kasus |
| Kemasan pelindung | Penjual | Masuk HPP |
Yang paling sering luput adalah baris kedua dan ketiga. Keduanya tidak muncul sebagai pengeluaran yang jelas, tetapi keduanya nyata mengurangi uang yang masuk.
Menghitung dampak subsidi ongkir pada margin
Ambil satu produk dengan asumsi berikut, ganti dengan angka Anda sendiri.
- Harga jual Rp95.000, HPP Rp50.000
- Fee marketplace 8 persen, yaitu Rp7.600
- Subsidi ongkir yang ditanggung penjual Rp7.000 per pesanan
- Kemasan pelindung Rp1.500
Laba per pesanan menjadi Rp95.000 dikurangi Rp50.000, Rp7.600, Rp7.000, dan Rp1.500, tersisa Rp28.900 atau 30,4 persen. Tanpa subsidi ongkir, angkanya Rp35.900 atau 37,8 persen. Artinya program gratis ongkir memakan sekitar 7,4 poin margin pada produk ini.
Itu bukan alasan untuk keluar dari program. Gratis ongkir umumnya menaikkan konversi, dan kenaikan volume bisa lebih besar daripada margin yang hilang. Yang keliru adalah ikut program tanpa pernah menghitung titik impasnya.
Berapa kenaikan volume yang diperlukan agar subsidi impas
Dengan angka di atas, laba per pesanan turun dari Rp35.900 ke Rp28.900. Untuk menghasilkan laba total yang sama, jumlah pesanan harus naik sekitar 24 persen, yaitu Rp35.900 dibagi Rp28.900. Kalau kenaikan konversi Anda di bawah itu, program tersebut sedang mengurangi laba meski omzet terlihat naik.
| Skenario | Pesanan | Laba per pesanan | Laba total |
|---|---|---|---|
| Tanpa subsidi | 100 | Rp35.900 | Rp3.590.000 |
| Subsidi, volume tetap | 100 | Rp28.900 | Rp2.890.000 |
| Subsidi, volume naik 24% | 124 | Rp28.900 | Rp3.583.600 |
| Subsidi, volume naik 40% | 140 | Rp28.900 | Rp4.046.000 |
Empat perbaikan yang menekan biaya tanpa menaikkan harga
Kecilkan dimensi kemasan
Tarif kurir sering dihitung dari berat volumetrik, bukan berat asli. Mengurangi dimensi kotak bisa menurunkan kelas tarif tanpa mengubah isinya sama sekali.
Perpendek waktu pemrosesan
Pesanan yang diserahkan ke kurir di hari yang sama mengurangi keluhan lambat, dan keluhan lambat berujung pada pembatalan serta ulasan buruk yang menekan konversi.
Kelompokkan pesanan dari gudang terdekat
Kalau Anda punya lebih dari satu titik simpan, memilih titik terdekat dengan pembeli memangkas ongkir sekaligus waktu tempuh.
Tinjau produk dengan retur tinggi
Produk yang sering diretur menanggung ongkir dua arah plus kemungkinan barang tidak bisa dijual lagi. Kalau tingkat returnya di atas rata-rata toko, perbaikan deskripsi biasanya lebih menguntungkan daripada diskon.
Yang perlu diperiksa bulan ini
Ambil sepuluh produk dengan pesanan terbanyak, lalu hitung berapa rupiah subsidi ongkir yang menempel pada masing-masing. Bandingkan dengan margin bersihnya. Produk dengan margin tipis dan subsidi besar adalah kandidat pertama untuk penyesuaian harga atau pengecualian dari program.
Untuk menghitung apakah harga jual Anda masih sanggup menanggung ongkir dan fee sekaligus, gunakan kalkulator harga jual aman. Rincian potongan yang muncul di settlement dijelaskan di halaman fee Shopee, dan ketentuan program pengiriman resmi ada di pusat edukasi penjual Shopee.