Semua Artikel
InventoryRestock

Cara Pakai Data untuk Keputusan Restock dan Inventory Shopee

19 Mei 2026·3 menit baca·441 kata

Dua masalah inventory yang paling sering melanda seller Shopee adalah kebalikan satu sama lain: kehabisan stok produk yang laris (kehilangan penjualan dan ranking) atau overstock produk yang tidak terjual (modal mengendap sia-sia). Keduanya merugikan, dan keduanya bisa dihindari dengan manajemen inventory berbasis data.

Panduan ini memberikan framework praktis untuk membuat keputusan restock yang lebih akurat menggunakan data yang sudah tersedia di Shopee Seller Center.

Metrik Inventory yang Perlu Kamu Pantau

Average Daily Sales (ADS)

Hitung rata-rata penjualan per hari untuk setiap SKU. Ambil total penjualan 30 hari terakhir dan bagi 30. Ini adalah angka dasar yang menentukan semua keputusan inventory berikutnya. Perhatikan juga fluktuasi — jika penjualan sangat volatile (beda besar antara hari biasa dan akhir pekan atau hari gajian), pertimbangkan untuk menggunakan ADS tertinggi sebagai basis, bukan rata-rata.

Days of Inventory (DOI)

DOI = Stok saat ini / ADS. Angka ini menunjukkan berapa hari stok kamu akan bertahan dengan laju penjualan saat ini. Jika DOI di bawah (lead time supplier + safety margin), saatnya order restock.

Lead Time Supplier

Berapa hari dari kamu order ke supplier sampai stok tiba dan siap dijual? Ini harus diperhitungkan dalam setiap keputusan restock. Jangan menunggu stok hampir habis baru order — order saat stok masih cukup untuk bertahan selama lead time plus beberapa hari buffer.

Formula Reorder Point

Reorder Point = (ADS × Lead Time) + Safety Stock

Safety stock adalah buffer untuk mengantisipasi variabilitas: penjualan bisa tiba-tiba naik atau supplier bisa terlambat. Aturan praktis: safety stock = ADS × 5-7 hari untuk produk dengan penjualan stabil, atau ADS × 10-14 hari untuk produk dengan penjualan volatile atau supplier yang tidak selalu tepat waktu.

Formula Jumlah Restock yang Optimal

Berapa unit yang perlu dipesan setiap kali restock? Pertimbangkan:

  • Berapa unit yang akan terjual sebelum restock berikutnya (biasanya 2-4 minggu laju penjualan)
  • Apakah ada event besar yang akan datang yang bisa meningkatkan penjualan?
  • Apakah ada minimum order quantity (MOQ) dari supplier?
  • Apakah ada diskon harga untuk order kuantitas lebih besar yang worth it?

Identifikasi Produk Overstocked

Produk dengan DOI di atas 90 hari adalah kandidat overstock yang perlu perhatian. Untuk produk ini, pertimbangkan: turunkan harga sedikit untuk mempercepat perputaran, buat bundle dengan produk lain yang lebih laris, atau jadikan flash sale untuk habiskan stok sebelum order produk baru.

Automatisasi Monitoring Stok

Untuk toko dengan banyak SKU, monitoring stok manual tidak efisien. Set alert di sistem kamu ketika stok suatu produk mendekati reorder point. Jika menggunakan spreadsheet, conditional formatting bisa membantu highlight produk yang perlu direstock.

Untuk solusi yang lebih komprehensif, SalesMetriX menyediakan monitoring stok otomatis yang menghitung ADS, DOI, dan reorder point secara real-time untuk semua SKU kamu — sehingga keputusan restock tidak pernah terlambat.

Mau langsung cek profit SKU kamu?

Gunakan kalkulator gratis Salesmetrix untuk hitung break-even ROAS, profit bersih, dan harga jual aman.

Coba Tool Gratis Sekarang
WhatsApp