Cara Baca Laporan Shopee Ads dengan Benar — Kolom per Kolom
Laporan Shopee Ads menyajikan banyak kolom data yang bisa membingungkan kalau kamu baru mulai beriklan. CTR, CPC, CR, ROAS — semua singkatan ini terlihat rumit, padahal masing-masing punya fungsi jelas yang membantu kamu mengoptimalkan iklan.
Di artikel ini, kita bahas setiap kolom di laporan Shopee Ads satu per satu, artinya, angka ideal, dan apa yang harus kamu lakukan berdasarkan datanya.
Cara Membuka Laporan Shopee Ads
Login ke Shopee Seller Centre → klik Iklan Shopee di menu kiri → pilih Laporan Performa. Kamu bisa memilih rentang tanggal dan memfilter berdasarkan kampanye, grup iklan, atau produk spesifik.
Untuk analisis yang bermakna, gunakan rentang minimal 7 hari. Data satu hari terlalu pendek untuk menarik kesimpulan.
Penjelasan Kolom per Kolom
Tayangan (Impressions)
Berapa kali iklanmu ditampilkan kepada calon pembeli di Shopee. Tayangan tinggi berarti iklanmu mendapat banyak eksposur. Tapi tayangan tinggi dengan klik rendah menandakan ada masalah pada foto produk atau judul iklan yang kurang menarik.
Klik (Clicks)
Berapa kali calon pembeli mengklik iklanmu. Klik yang tinggi berarti produk dan visual iklanmu menarik perhatian. Bandingkan klik dengan tayangan untuk mendapat CTR.
CTR (Click-Through Rate)
Persentase tayangan yang berujung pada klik. Rumus: Klik ÷ Tayangan × 100%.
CTR rata-rata Shopee Ads biasanya 0,5–3%. CTR di bawah 0,5% menandakan foto atau judul produkmu perlu diperbaiki. CTR di atas 3% artinya iklanmu sangat relevan dengan target pembeli.
Biaya (Cost / Ad Spend)
Total rupiah yang sudah dikeluarkan untuk iklan dalam periode yang dipilih. Ini adalah angka dasar untuk menghitung ROAS dan CPC.
CPC (Cost Per Click)
Rata-rata biaya per klik. Rumus: Total Biaya ÷ Total Klik. CPC yang terlalu tinggi bisa menggerus margin, terutama kalau konversinya rendah. Idealnya, CPC disesuaikan dengan nilai margin per unit produk.
Pesanan (Orders)
Jumlah transaksi yang berhasil berasal dari iklan. Ini adalah metrik konversi paling langsung — seberapa banyak klik berubah menjadi pembelian nyata.
CR (Conversion Rate)
Persentase klik yang menghasilkan pesanan. Rumus: Pesanan ÷ Klik × 100%.
CR rata-rata Shopee sekitar 1–5%. CR rendah menandakan ada masalah di halaman produk: foto tidak meyakinkan, deskripsi kurang jelas, harga tidak kompetitif, atau review produk buruk.
Penjualan (Sales / Revenue)
Total nilai transaksi (GMV) yang berasal dari iklan. Ini adalah angka pembilang dalam rumus ROAS. Perlu dicatat: ini adalah nilai kotor sebelum dipotong fee Shopee dan biaya lain.
ROAS
Return on Ad Spend — berapa rupiah penjualan yang dihasilkan per rupiah biaya iklan. Ini adalah metrik kesimpulan paling penting. Bandingkan selalu dengan break-even ROAS produkmu. Gunakan kalkulator break-even ROAS untuk mengetahui target minimummu.
Urutan Analisis yang Benar
Saat membaca laporan Shopee Ads, ikuti urutan ini untuk diagnosis yang efisien:
- Cek ROAS terlebih dahulu — apakah sudah di atas break-even?
- Kalau ROAS rendah, cek CR — apakah konversinya jelek?
- Kalau CR rendah, cek CTR — apakah klik rendah karena tayangan tidak relevan?
- Kalau CTR rendah, masalahnya ada di visual iklan dan targeting
- Kalau CTR bagus tapi CR rendah, masalahnya ada di halaman produk
Dengan urutan analisis ini, kamu bisa cepat mengidentifikasi di mana bottleneck iklanmu dan mengambil tindakan yang tepat sasaran.
SalesMetrix di salesmetrix.id menyederhanakan analisis laporan Shopee Ads dengan dashboard terintegrasi yang langsung menampilkan mana produk yang perlu optimasi dan mana yang sudah performa baik — tanpa perlu baca kolom demi kolom secara manual.