Semua Artikel
KonversiAnalytics

Cara Analisis Checkout Rate vs Order Rate di Shopee

23 Mei 2026·3 menit baca·417 kata

Seller sering berbicara soal "conversion rate" seolah itu satu angka tunggal. Padahal di Shopee, ada beberapa titik konversi yang berbeda dalam perjalanan buyer dari pertama melihat produk hingga benar-benar membayar. Memahami perbedaan antara checkout rate dan order rate bisa membuka insight yang sangat berharga.

Definisi: Checkout Rate vs Order Rate

Checkout rate adalah persentase pengunjung yang menambahkan produk ke keranjang dan melanjutkan ke halaman checkout. Ini mengukur seberapa jauh buyer melangkah setelah tertarik dengan produk kamu.

Order rate (atau purchase rate) adalah persentase pengunjung yang benar-benar menyelesaikan pembayaran dan menghasilkan order. Ini angka konversi final.

Gap antara checkout rate dan order rate menunjukkan berapa banyak buyer yang hampir membeli tapi batal di tahap akhir — ini sering disebut sebagai "checkout abandonment".

Di Mana Menemukan Data Ini di Shopee

Shopee menyediakan data ini di menu Analitik Toko di Seller Centre. Cari tab Traffic dan Konversi. Kamu akan melihat data pengunjung, penambahan ke keranjang, checkout, dan order dalam satu funnel.

Unduh data ini untuk periode minimal 30 hari agar punya sampel yang cukup. Hitung rasio antar tahap: berapa persen visitor yang checkout, berapa persen yang checkout berujung order.

Mengidentifikasi Di Mana Terjadi Drop

Jika checkout rate rendah (di bawah 3-5%), masalah ada di awal funnel: produk tidak cukup menarik, foto kurang bagus, harga tidak kompetitif, atau deskripsi tidak meyakinkan. Buyer melihat produk kamu tapi tidak cukup tertarik untuk melanjutkan.

Jika checkout rate bagus tapi order rate rendah, masalahnya ada di tahap akhir pembelian. Kemungkinan: ongkos kirim yang terlalu mahal terlihat di tahap checkout, tidak ada metode pembayaran yang disukai buyer, atau buyer menemukan harga lebih murah di toko lain saat mau checkout.

Faktor yang Mempengaruhi Checkout Abandonment

Shopee punya fitur cart reminder yang secara otomatis mengingatkan buyer yang meninggalkan keranjang. Pastikan fitur ini aktif di toko kamu. Selain itu, voucher yang tersedia saat checkout bisa menjadi pendorong untuk menyelesaikan pembelian.

Strategi Meningkatkan Kedua Metrik

Untuk meningkatkan checkout rate: optimalkan foto utama produk (yang terlihat di feed pencarian), perkuat title dengan kata kunci yang tepat, dan pastikan harga terlihat kompetitif di hasil pencarian. Untuk meningkatkan order rate dari checkout: tawarkan gratis ongkir atau voucher untuk minimum pembelian, sederhanakan proses checkout dengan memastikan produk kamu eligible program pengiriman yang populer.

Pantau Tren Konversi secara Konsisten

Analisis checkout rate dan order rate bukan aktivitas sekali jalan. Pantau keduanya setidaknya dua minggu sekali dan catat setiap perubahan yang kamu lakukan di toko untuk mengukur dampaknya. Tools seperti SalesMetrix bisa membantu kamu melacak tren konversi ini secara otomatis dan mendeteksi perubahan signifikan lebih cepat.

Mau langsung cek profit SKU kamu?

Gunakan kalkulator gratis Salesmetrix untuk hitung break-even ROAS, profit bersih, dan harga jual aman.

Coba Tool Gratis Sekarang
WhatsApp