Break-even ROAS Shopee: Pengertian, Rumus, dan Cara Hitungnya
Break-even ROAS adalah angka yang menentukan apakah iklanmu menguntungkan atau tidak. Ini adalah batas minimum ROAS yang harus kamu capai agar setiap rupiah yang dikeluarkan untuk iklan tidak merugi. Di bawah angka ini, kamu sedang membakar uang. Di atasnya, kamu untung.
Anehnya, banyak seller Shopee yang sudah belanja ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk iklan tapi tidak tahu berapa break-even ROAS mereka. Artikel ini akan mengubah itu.
Apa Itu Break-even ROAS?
Break-even ROAS adalah nilai ROAS minimum di mana iklanmu tidak menghasilkan profit maupun kerugian — alias impas. Kalau ROAS aktualmu lebih tinggi dari break-even ROAS, iklanmu untung. Kalau lebih rendah, rugi.
Contoh sederhana: kalau break-even ROAS produkmu adalah 3,5x, dan ROAS iklanmu saat ini 4,2x, maka iklanmu menguntungkan. Tapi kalau ROAS-mu 2,8x, setiap transaksi dari iklan itu justru menggerus marginmu.
Rumus Break-even ROAS
Ada dua cara menghitung break-even ROAS, dan keduanya menghasilkan angka yang sama:
Cara 1:
Break-even ROAS = Harga Jual ÷ (Harga Jual − Total Biaya per Unit)
Cara 2:
Break-even ROAS = 1 ÷ Margin Bersih (dalam desimal)
Keduanya ekuivalen. Pilih yang paling mudah bagimu.
Cara Hitung Break-even ROAS — Contoh Nyata
Misalkan kamu jual tas kanvas seharga Rp85.000. Ini rincian biayanya:
- HPP (harga pokok produk): Rp32.000
- Ongkos packing: Rp3.000
- Fee komisi Shopee (8%): Rp6.800
- Biaya program Gratis Ongkir: Rp4.500
- Ongkir ditanggung toko: Rp7.000
- Pajak & biaya lain: Rp2.500
Total biaya per unit: Rp32.000 + Rp3.000 + Rp6.800 + Rp4.500 + Rp7.000 + Rp2.500 = Rp55.800
Margin bersih = Rp85.000 − Rp55.800 = Rp29.200
Margin dalam persentase = Rp29.200 ÷ Rp85.000 = 34,4%
Break-even ROAS = 1 ÷ 0,344 = 2,91x
Artinya: iklan tas kanvas ini harus mencapai minimal ROAS 2,91x agar tidak merugi. Kalau ROAS-mu 3x ke atas, kamu untung dari iklan ini.
Komponen Biaya yang Sering Terlupakan
Kesalahan paling umum saat menghitung break-even ROAS adalah melupakan biaya-biaya kecil yang ternyata signifikan:
- Fee program Gratis Ongkir Xtra: bisa 1-3% dari nilai transaksi
- Biaya pengembalian barang (retur): rata-rata 1-3% dari total penjualan
- Biaya payment gateway: biasanya sudah termasuk di fee Shopee
- Biaya operasional tetap: gaji karyawan gudang, listrik, dll — dibagi per unit
Semakin lengkap biaya yang kamu masukkan, semakin akurat break-even ROAS-mu, dan semakin aman keputusan iklanmu.
Break-even ROAS Berbeda untuk Setiap Produk
Produk dengan margin tinggi punya break-even ROAS yang lebih rendah — artinya lebih mudah untuk profitable dari iklan. Produk dengan margin tipis punya break-even ROAS yang tinggi, sehingga lebih sulit untuk untung dari iklan.
Inilah kenapa kamu harus menghitung break-even ROAS secara individual untuk setiap produk, bukan menggunakan satu angka generik untuk semua produk di tokomu.
Cara Cepat: Gunakan Kalkulator Break-even ROAS
Menghitung ini secara manual untuk puluhan produk tentu melelahkan. Gunakan kalkulator break-even ROAS dari SalesMetrix — cukup masukkan harga jual dan rincian biaya, dan angka break-even ROAS langsung muncul. Gratis, tanpa perlu daftar.
SalesMetrix juga menyediakan dashboard lengkap untuk memantau ROAS aktual vs break-even ROAS semua produkmu secara real-time. Pelajari lebih lanjut di salesmetrix.id.