Semua Artikel
Biaya OperasionalKeuangan

Cara Hitung Total Biaya Operasional Toko Shopee per Bulan

16 April 2026·2 menit baca·228 kata

Banyak seller Shopee yang menghitung profit dengan formula sederhana: harga jual dikurangi HPP dikurangi fee Shopee. Hasilnya terlihat bagus di atas kertas, tapi di akhir bulan uang di rekening tidak sebesar yang diharapkan. Jawabannya hampir selalu sama: ada biaya operasional yang tidak dihitung atau tidak dialokasikan dengan benar.

Kategori Biaya Operasional

  • Biaya Tempat: sewa gudang/toko Rp 1-10 juta, listrik Rp 200-1 juta, air Rp 50-200 ribu per bulan
  • Biaya Tenaga Kerja: gaji staf packing, admin, CS — alokasikan per unit dengan membagi total gaji dengan jumlah order
  • Biaya Koneksi: internet Rp 300-700 ribu, pulsa Rp 100-300 ribu per bulan
  • Biaya Peralatan: amortisasi printer label, timbangan, heat sealer per masa pakai
  • Biaya Tools/Software: analitik, akuntansi, tools optimasi

Contoh Alokasi Biaya per Order

Total biaya operasional bulanan:

  • Sewa Rp 2.500.000 + listrik Rp 400.000 + internet Rp 300.000 + gaji Rp 2.500.000 + peralatan Rp 150.000 + software Rp 250.000 = Rp 6.100.000

Jika toko menjual 400 order/bulan: biaya operasional per order = Rp 6.100.000 / 400 = Rp 15.250 per order

Biaya yang Sering Tidak Diperhitungkan

  • Waktu owner sendiri (nilai ekonomi dari 40 jam/minggu yang kamu curahkan)
  • Biaya transportasi ke ekspedisi jika tidak ada pickup
  • Biaya produk rusak atau hilang di gudang

Pantau semua biaya operasional dan dampaknya ke profit per produk di SalesMetrix — platform keuangan untuk seller Shopee yang membantu kamu mengelola bisnis dengan angka yang akurat.

Mau langsung cek profit SKU kamu?

Gunakan kalkulator gratis Salesmetrix untuk hitung break-even ROAS, profit bersih, dan harga jual aman.

Coba Tool Gratis Sekarang
WhatsApp