Cara Hitung Total Biaya Operasional Toko Shopee per Bulan
Banyak seller Shopee yang menghitung profit dengan formula sederhana: harga jual dikurangi HPP dikurangi fee Shopee. Hasilnya terlihat bagus di atas kertas, tapi di akhir bulan uang di rekening tidak sebesar yang diharapkan. Jawabannya hampir selalu sama: ada biaya operasional yang tidak dihitung atau tidak dialokasikan dengan benar.
Kategori Biaya Operasional
- Biaya Tempat: sewa gudang/toko Rp 1-10 juta, listrik Rp 200-1 juta, air Rp 50-200 ribu per bulan
- Biaya Tenaga Kerja: gaji staf packing, admin, CS — alokasikan per unit dengan membagi total gaji dengan jumlah order
- Biaya Koneksi: internet Rp 300-700 ribu, pulsa Rp 100-300 ribu per bulan
- Biaya Peralatan: amortisasi printer label, timbangan, heat sealer per masa pakai
- Biaya Tools/Software: analitik, akuntansi, tools optimasi
Contoh Alokasi Biaya per Order
Total biaya operasional bulanan:
- Sewa Rp 2.500.000 + listrik Rp 400.000 + internet Rp 300.000 + gaji Rp 2.500.000 + peralatan Rp 150.000 + software Rp 250.000 = Rp 6.100.000
Jika toko menjual 400 order/bulan: biaya operasional per order = Rp 6.100.000 / 400 = Rp 15.250 per order
Biaya yang Sering Tidak Diperhitungkan
- Waktu owner sendiri (nilai ekonomi dari 40 jam/minggu yang kamu curahkan)
- Biaya transportasi ke ekspedisi jika tidak ada pickup
- Biaya produk rusak atau hilang di gudang
Pantau semua biaya operasional dan dampaknya ke profit per produk di SalesMetrix — platform keuangan untuk seller Shopee yang membantu kamu mengelola bisnis dengan angka yang akurat.